KREATIVITAS PELAJAR
Matikan Lampu Bisa Pakai Ponsel


Dua pelajar SMKN 2 Karanganyar, Revo dan Ananda, menunjukkan aplikasi ponsel yang bisa dipakai untuk mengoperasikan saklar listrik. (Solopos-Ponco Suseno)Dua pelajar SMKN 2 Karanganyar, Revo dan Ananda, menunjukkan aplikasi ponsel yang bisa dipakai untuk mengoperasikan saklar listrik. (Solopos-Ponco Suseno)

Diawali dari maraknya pengguna smartphone atau telepon seluler (ponsel) pintar di lingkungan sekitar rumahnya, dua siswa SMKN 2 Karanganyar ini berkreasi menciptakan sakelar online. Melalui sakelar online, seseorang tak perlu khawatir lagi saat meninggalkan rumah dengan kondisi lampu masih menyala. Hal ini juga berlaku bagi pemilik berbagai macam barang elektronik yang sistem on/off-nya menggunakan sakelar.

Dua siswa pencipta sakelar online itu, yakni Revo Alderi A., 19, dan Ananda Ikhsan N.F., 17. Keduanya siswa jurusan rekayasa perangat lunak (RPL) Kelas XII SMKN 2 Karanganyar. Aplikasi sakelar online yang dibuat untuk ponsel dapat difungsikan untuk mematikan aliran listrik dari jarak jauh dengan sistem jaringan Internet. Melalui aplikasi itu, Revo dan Ananda tak perlu lagi mematikan aliran istrik yang mengalir ke kipas angin, lampu, filter air, dan radio dengan memencet sakelar secara konvensional. Revo dan Ananda cukup menyentuh tombol berbentuk lampu di layar ponselnya yang baru saja dibuat.

“Kelebihan menggunakan sakelar online ini, pemiliknya dapat mematikan atau menghidupkan berbagai barang elektronik yang terhubung dengan aplikasi sakelar online. Bagi yang lupa mematikan lampu rumah saat bepergian, pemilik aplikasi sakelar online ini dapat mematikan dari jarak jauh. Caranya hanya menyentuh tombol bergambar lampu yang sudah saya buat di smartphone. Apa pun barang elektronik yang menggunakan sakelar dapat dipasangi sakelar online seperti ini,” kata Revo yang memang menyukai dunia elektro dan programmer itu, saat ditemui wartawan di SMKN 2 Karanganyar, beberapa waktu lalu.

Ananda, mengatakan pembuatan sakelar online mengakibatkan dirinya harus begadang saat malam hari. Saat membuat sakelar online, Ananda sering terlibat diskusi panjang dengan Revo, baik di sekolah atau di rumah. Pembuatan sakelar online membutuhkan waktu selama satu bulan. “Saya sampai flu gara-gara sering begadang. Sakelar online ini sudah meraih juara I di lomba kreativitas dan inovasi (krenova) tingkat kabupaten beberapa waktu lalu. Nantinya, kami akan maju di tingkat Soloraya,” katanya.

Pembimbing Revo dan Ananda, yakni Isnu Pujio, mengatakan prestasi yang telah diraih peserta didiknya sangat membanggakan bagi SMKN 2 Karanganyar. Selama membuat sakelar online, Revo dan Ananda hanya merogoh kocek Rp200.000 untuk membeli beberapa alat, seperti riley, arduino, power supply, dan perangkat penangkap sinyal wifi. “Sakelar online ini seluruhnya dibuat mereka [Revo dan Ananda]. Saya hanya mendampingi. Kendala yang dihadapi mereka tergolong ringan, yakni saat melakukan pekerjaan finishing membuat kotak dari kayu sebagai penopang sakelar. Selebihnya, bakat dan minat mereka sudah menyatu,” katanya.

Kepala SMKN 2 Karanganyar, Wahyu Widodo, mengatakan prestasi yang diraih Revo dan Ananda di tingkat kabupaten sudah diprediksi di waktu sebelumnya. Besarnya manfaat sakelar online diharapkan dapat membantu masyarakat saat ini yang hidup di era kemajuan teknologi. “Alat ini belum kami komersialkan. Penggunaan alat ini masih di Internal siswa. Masih ada beberapa hal yang perlu dirapikan lagi. Secara prinsip, kami sangat mendukung kreativitas siswa yang tujuannya memberikan asas manfaat ke masyarakat,” katanya.

 



Related articles ALL POSTS
Berikan Tanggapanmu