728 x 90

BOS PRIMAGAMA BANGKRUT
Purdi E Chandra, Pendiri Primagama Dipailitkan

Primagama dan Purdi E Chandra (Googleimage)Primagama dan Purdi E Chandra (Googleimage)

JAKARTA – Pengadilan Niaga Jakarta memutuskan pailit pendiri bimbingan belajar Primagama Purdi E Chandra, setelah upaya perdamaian PT BNI Syariah selama masa PKPU tidak membuahkan hasil. Dengan keputusan ini, pihak termohon langsung mengajukan kasasi.

Majelis hakim yang dipimpin oleh Lidya Sasando dalam sidang di Pengadilan Niaga mengatakan hakim pengawas melaporkan tidak tercapainya kesepakatan perdamaianan.

“Menyatakan termohon PKPU berada dalam keadaan pailit dengan segala hukumnya,” ujarnya, dalam sidang yang digelar, Rabu (12/6/2013).

Dalam putusannya, majelis hakim juga mengangkat kembali tim pengurus yang lama sebagai kurator dan Amin Sutikno menjadi hakim pengawas.

Sayangnya, tim pengurus dan kuasahukum pemohon tidak bersedia memberikan komentar terhadap putusan ini maupun menyebutkan identitas.

Sementara kuasa hukum Purdi Bambang Heriarto menerangkan perdamaian tidak tercapai lantaran ada satu kreditur konkuren yang tidak bersedia berdamai.Adapun terkait putusan ini, pihaknya akan segera mengajukan kasasi.

“Kami akan ajukan kasasi hari Senin.Selain itu, kami akan melaporkan hakim ke KY [KomisiYudisial] dan MUI [Majelis Ulama  Indonesia] karena ini bank syariah,” paparnya ketika dihubungi Bisnis.

Menurut Bambang, utang pokok kliennya tinggal Rp12 miliar atau setengah dari yang diminta BNI Syariah.

Dia mengatakan dalam perbankan syariah, jika nasabah tidak bisa membayar pinjaman yang diberikan maka harus diperpanjang sampai nasabah mampu membayar, dan bukannya langsung diajukan PKPU.Hal inilah yang membuat pihak Purdi berencana melapor ke MUI.

Bambang menegaskan kliennya telah bersedia membayar sejumlah utang  yang diperkarakan dan bahkan sudah menyediakan dana untukitu. “Tapi karena ada kreditur yang menolak, ya sudah kami tarik lagi,” katanya.

Perkara ini bermula dari pemberian fasilitas kredit dalam bentuk akad pembiayaan murabahah oleh BNI Syariah kepada Purdi.

Pemberian pembiayaan itu dilakukan pada 29 Agustus 2007 dengan jumlah Rp3,3 miliar dan 9 Mei 2008 senilai Rp20,9 miliar.

Pembiayaan tersebut semestinya diangsur setiap akhir bulan.Namun, ternyata hingga permohonan PKPU diajukan Purdi  tidak kunjung menyelesaikan kewajibannya.

Pemohon PKPU, yaitu BNI Syariah, sudah mengajukan somasi sebanyak tiga kali. Somasi-somasi ini dikirimkan pada 1 Desember 2011, 16 Desember 2011,dan 27 Desember 2011.

BNI Syariah juga menyertakan bukt iadanya kreditur lain yang di antaranya adalah Tsuyoshi Shiraishi, I Nyoman Kerta Widyarta, dan I Nyoman Bagus Nuradita.

Primagama didirikan Purdi pada 10 Maret 1982 di Yogyakarta, dilatarbelakangi oleh kebosanannya dengan dunia kampus.

Dia sempat berkuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogyakarta dengan mengambil empat  jurusan, yakni Psikologi, Teknik Elektro, Sastra Inggris, dan Farmasi. Namun, dia memutuskan berhenti kuliah dan memilih merintis lembaga bimbingan belajar itu.

 

Editor: | dalam: Peristiwa |
468x60 ad code [Channel Tiga]
Warning: include(/home/dotcom/www/gaulpos/elements/themes/gaul/terkait.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/dotcom/www/gaulpos/elements/themes/gaul/single.php on line 162 Warning: include(): Failed opening '/home/dotcom/www/gaulpos/elements/themes/gaul/terkait.php' for inclusion (include_path='.:/app/php/lib/php') in /home/dotcom/www/gaulpos/elements/themes/gaul/single.php on line 162
Menarik Juga »