PEMANFAATAN LIMBAH
Mahasiswa UNS Jadikan Limbah Rambut jadi Penyerap Polutan


Tim peneliti mahasiswa Prodi Kimia Faklultas MIPA UNS menunjukkan karya penelitian mereka yang memanfaatkan limbah rambut sebagai materi penyerap bahan polutan logam berat pada limbah cair.Tim peneliti mahasiswa Prodi Kimia Faklultas MIPA UNS menunjukkan karya penelitian mereka yang memanfaatkan limbah rambut sebagai materi penyerap bahan polutan logam berat pada limbah cair.

Limbah rambut selama ini masih dimanfaatkan secara terbatas sebagai bahan pembuat rambut palsu. Sebagian besar berakhir sebagai sampah. Ternyata limbah rambut bisa dimanfaatkan sebagai materi absorben atau penyerap logam berat pada limbah cair. Hal itu dibuktikan tim mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melalui penelitian dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Judul penelitian itu adalah Pemanfaatan Komposit Alpha-Keratin Alginat sebagai Eco-Friendly Biomaterials Penyerap Logam Fe pada Limbah Cair. Tim yang terdiri atas Elsa Ninda Karlinda Putri dari Angkatan 2014 sebagai ketua, Syahna Febrianastuti dari Angkatan 2014, dan Easy Vicky Maylinda dari Angkatan 2015 selaku anggota ini mendapat bimbingan dari dosen FMIPA UNS, Candra Purnawan.

Ditemui belum lama ini, Elsa dan kawan-kawannya mengemukakan dalam penelitian tersebut, rambut dipilih sebagai bahan absorben karena mengandung alpha-keratin, yaitu protein serat utama yang menyusun rambut.
Kandungan tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai penyerap logam berat, di antaranya Besi (Fe). “Kebanyakan yang dipilih sebagai absorben untuk mengurangi kandungan logam berat pada limbah cair selama ini adalah bulu ayam atau wol. Masih jarang yang memanfaatkan limbah rambut. Padahal dalam rambut juga terkandung alpha-keratin yang bermanfaat sebagai absorben,” ujar dia.

Easy menambahkan penggunaan rambut sebagai penyerap logam berat Fe dalam limbah cair dimulai dengan membuat rambut menjadi serbuk. Untuk meningkatkan daya serapnya, mereka juga menggunakan bahan alginat. “Alginat berupa serbuk ini berfungsi sebagai pengental,” ujar dia. Proses pembuktian dalam penelitian itu membutuhkan waktu sekitar empat bulan. Dari penelitian dan uji coba komposisi alpha-keratin dan alginat tersebut, setiap 0,1 gram komposit alpha-keratin dan alginat mampu menyerap logam berat Fe untuk setiap 25 mililiter limbah cair. “Jadi untuk mengurangi kadar logam berat Fe pada 25 mililiter limbah cair, bisa menggunakan 0,1 gram absorben ini dengan tingkat efisiensi 97 persen,” ungkap Elsa.

Hasil penelitian tersebut diharapkan bisa menjadi referensi untuk mengatasi persoalan tingginya kandungan logam berat, terutama Fe pada limbah cair. Limbah yang mengandung logam berat perlu mendapat perhatian khusus mengingat dalam konsentrasi tertentu memberikan efek toksik (racun) yang berbahaya bagi kehidupan manusia dan ekosistem sekitarnya. Di sisi lain, limbah rambut yang berlebihan juga bisa diatasi dengan penelitian ini. “Usaha-usaha salon kecantikan saat ini kan cukup berkembang. Dengan lebih termanfaatkannya limbah rambut tersebut, masalah limbah rambut yang berlebihan diharapkan teratasi,” tambah Syahna.



Related articles ALL POSTS
Berikan Tanggapanmu